Tentang Lelah yang Tidak Selalu Bisa Dijelaskan

Ada lelah yang tidak berasal dari pekerjaan.
Tidak juga dari kurang tidur.

Lelah ini muncul karena terlalu sering berpikir,
terlalu lama menimbang,
terlalu sadar akan banyak hal sekaligus.

Aku menyadari, tidak semua orang lelah karena hidupnya berat.
Sebagian justru lelah karena hidupnya dipikirkan terlalu dalam.

Kita belajar untuk menjadi benar,
tapi lupa bagaimana caranya menjadi ringan.
Kita diajari untuk kuat,
tapi jarang diberi ruang untuk jujur bahwa kita capek.

Aku sering bertanya pada diri sendiri:
“Kenapa rasanya berjalan, tapi seperti tidak benar-benar sampai?”

Mungkin jawabannya sederhana.
Karena terlalu banyak hal yang ingin kita jaga sekaligus:
integritas, perasaan orang lain, harapan, masa depan, dan citra diri.

Padahal tidak semua harus diselamatkan bersamaan.

Ada masa di mana kita tidak perlu memperbaiki apa pun.
Cukup berhenti sebentar dan mengakui: ini berat.

Bukan untuk mengeluh.
Tapi agar hati tidak mengeras diam-diam.

Hari ini aku belajar satu hal kecil:
kesadaran bukan berarti selalu kuat.
Kadang ia hanya keberanian untuk berkata jujur pada diri sendiri.

Dan jika hari ini kamu juga lelah,
mungkin kamu tidak rusak.
Mungkin kamu hanya terlalu peduli.

— Bang Ius

avatar Tidak diketahui

Penulis: Rusli

Hobi baca dan nambah ilmu baru. Tertarik untuk mengembangkan wawasan pada berbagai bidang, seperti ekonomi, keuangan, politik, philosophy, dan teknologi. Kuliah jurusan akuntansi syari'ah

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.